Selasa, 05 Juli 2011

MINICOM "HYPERTERMINAL PADA LINUX"

Pada saat kita mau mensetting cisco baik catalyst ataupun router sering kali menggunakan Hyperterminal yang ada pada OS Jendela, namun bagaimana untuk para pengguna pinguin?? gak usah bimbang, pada OS pinguin kita bisa menggunakan paket minicom sebagai penghubung PC atau Komputer ke suatu perangkat menggunakan port serial atau COM.Bagaimana untuk laptop yang tidak memiliki port serial?? sudara bisa mgngunakan USB-to-serial(DB9), USB-to-serial yang saya gunakan keluaran BAFO BF-810, terus bagaimana cara mengistall dan configurasi minicom?? mari kita perhatikan langka-langkah berikut :

1. Install minicom pada pinguin Anda, kali ini saya menggunakan Ubuntu 10.10


apabila sudah seperti gambar diatas berarti minicom sudah terinstall di pinguin Anda

2. masukan USB-to-serial kemudian cek port serial yang aktif dengan perintah perikut


3. setting serial port dengan perintah
#minicom
kemudian enter, akan keluar tampilan minicom seperti gambar di bawah ini, selanjutnya pilih "Serial Port Setup"



pada artikel kali ini, saya akan memaparkan cara setting minicom untuk mikrotik dimana Bps/Par/Bits adalah 115200 8N1, next setting. setelah pilih "serial Port setup" akan keluar tampilan berikut



pilihlah A untuk mengganti serial device, pada laptop /dev
/ttyUSB0

pilih E kemudian E > enter setelah itu enter lagi selanjutnya pilih Save Setup as
ketikan mikrotik > kelur dari minicom pilih "Exit from Minicom"


4. Test minicom mikrotik
#minicom mikrotik
selanjutnya akan masuk pada mikrotik seperti gambar berikut



5. untuk keluar minicom kerikan ctrl+A kemudian Z terahir X

setting minicom pada pinguin selesai, Anda dapat mensetting unutk cisco dengan Bps/Par/Bits adalah 9600 8N1

Semoga Artikel ini dapat bermanfaat,Bravo IT Indonesia

Minggu, 03 Juli 2011

Workshop Network Connection with WIFI




Hari ini, ahad 03 Juli 2011 mahasiswa S1 IKMI RISKINA mengadakan Workshop tentang Koneksi Jaringan menggunakan WIFI, workshop dari mata kuliah Jaringan komputer ini di hadiri sekitar 27 peserta. Angka ini termasuk banyak, pasalnya workshop ini tergolong perdana namun mahasiswa sangat antusias mengikuti sesion demi sesion pembahasan materi.

workshop yang di isi oleh saudara Izurrohman Aziz sebagai pemateri utama membukankan cakrawala cara berpikir mahasiswa khususnya adik kelas dalam pengenalan dan pemahaman wifi sebagai media transmisi tanpa kabel yang flexibel.Jr. Network Engginer yang dahulu bekerja di PT Danawa Nusa Sakti, namun sekarang bekerja di PT Cyber World Indonesia (Cyberindo Megatama) menerangkan tiga perancangan Wlan yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, berikut materi yang di sampaikan beliau :

1. Menghubungkan Antar gedung dengan media WIFI
2. Membuat Jaringan Point to Multi point
3. Penggunaan Router sebagai media penghubung jaringan LAN dengan Internet

workshop yang di mulai dari pukul 09.30 - 14.00 Wib di manage oleh saudara Sugiyatno menjadi beberapa sesion :

1. Pembukanan
2. Sambutan Pihak Kampus yang di isi oleh ownernya bapak Zulkifli
3. Perkenalan mahasiswa S1 angkatan pertama kepada mahasiswa D3 yang di wakilkan oleh saudara Sulasto
4. Presentasi di isi oleh saudara Izurrohman Aziz
5. Tanya Jawab
6. Praktek Point to Point koneksi dengan menggunakan wireless outdoor TP-LINK dari jam 10.00 - 12.00 Wib
7. ISOMA 30 menit
8. Praktik Setting Router Mikrotik RB 750
9. Pesan dan Kesan
10. Penyerahan Alat - Alat praktek kepada pihak kampus sebagai kenang-kenangan dari mahasiswa S1
11. Penutup

Dari rangkaian-rangkain acara yang menarik dari diri saya selaku pembicara adalah keantusiasan dan keseriusan mahasiswa dalam mengikuti workshop,selain itu kesolidan temen-teman S1 ( saudara Sudriyanto, Husni sebagai mendokumentasi, sulasto sebagai ketua kelas, dan bapak sugiyatno sebagai MC yang pandai menguasai acara) yang tak kenal lelah walau di sana sini masih ada kekurangan dalam mengadakan workshop ini, sehingga rasa cape dapat terobati dengan kesuskesan workshop perdana di kampus IKMI RISKINA.

Besar Harapan Workshop-workshop seperti ini yang Free namun berisi akan selalu exis di dunia IT di indonesia pada umumnya dan bekasi pada khususnya. Adapun materi pembahasan bisa agan-agan download di bawah ini, Terimakasih Bravo IT Indonesia

1. Presentari
2. menghubungkan antar gedung dengan wifi
3. internet sharing on the house

Jumat, 15 April 2011

Mikrotik Sebagai Bandwidth Mananager

Selamat Berjumpa kembali para bloger semua, selama fakum menulis ahirnya hari ini ada waktu yang tepat untuk membagi ilmu di blogku ini.

Kali ini, saya akan membahas bagaimana mensetting mikrotik sebagai Bandwidth Manager. Berawal dari seorang manager IT yang mengeluh dengan salah satu ISP yang tidak di setting untuk pembagian Bandwidth sehingga setiap ada salah satu client download maka bandwidth akan terkuras habis dan menurut NOC dari ISP tersebut terdeteksi banyak traffic virus.

Namun dari hasil analisis saya pribadi harusnya manager IT tersebut bisa berfikir lebih untuk membuat ide-ide kreatif yang pada ujungnya akan menghasilkan profit tambahan bagi perusahaan yang di pimpinnya.

Terlepas dari Kasus diatas, saya mencoba membalancekan ke tidak harmonisan teman-teman IT dengan menggunakan solusi penambahan mikrotik router sebagai bandwidth manager terhadap traffic-traffic data dari dan ke internet.

Perlu di tekankan lagi bahwa mikrotik di setting hanya sebagai Bandwidth manager saja dan bukan sebagai NAT atau Gateway, adapun untuk configurasinya dapat teman-teman unduh disini

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya, Thank You..Bravo IT Indonesia.


Sabtu, 08 Januari 2011

DNS Server di CentOS

Sudah lama gak nulis-bulis lagi, sekarang kita coba untuk belajar membuat dns server sendiri
fungsi DNS server untuk meresolving ip address ke domain, contohnya kita mempunya ip address 192.168.25.40 di dalamnya akan terinstall web server dengan domain mtnnes.net.

manusia lebih senang dan ingat dengan kata-kata atau kalimat dari pada ip address maka dari itu kita membutuhkan DNS/name server untuk kerja resolving nya. kurang lebihnya begitu deh.

kita kerjakan tahap demi tahap untuk pensettingan DNS server tersebut :

  1. Tahanp pertama dikata mengecek paket yang akan kita gunakan, dalam hal ini kita menggunakan bind, berikut caranya :
#rpm -qa | grep bind

ypbind-1.19-12.el5
bind-libs-9.3.6-4.P1.el5_4.2
bind-utils-9.3.6-4.P1.el5_4.2
bind-9.3.6-4.P1.el5_4.2
bind-chroot-9.3.6-4.P1.el5_4.2

kalau terdapat demikian berarti paket bind sudah terinstall dalam mesin CentOS anda.

2. konfigurasikan rndc key
untuk melihat file tersebut kita harus masuk ke directory berikut :

# cd /var/named/chroot/etc
# rndc-confgen > rndc.key

gunakanlah editor vim untuk melihatnya :

key "rndckey" {
algorithm hmac-md5;
secret "DF3x1hDh5BnZylvVtYEPnA==";
};

file tersebut akan di gunakan pada settingan named.conf

3. konfigurasi named.conf
terlebih dahulu kita masuk ke directory

# cd /var/named/chroot/etc
# vim named.conf

kemudian buat file sebagai berikut :

key "rndckey" {
algorithm hmac-md5;
secret "DF3x1hDh5BnZylvVtYEPnA==";
};


controls {
inet 192.168.25.40 allow { 192.168.25.0/24; } keys { "rndckey"; };
};

options {
directory "/var/named";
pid-file "/var/run/named/named.pid";


query-source address * port 53;

// so people can't try to guess what version you're running
version "REFUSED";

allow-query {
any; };
};

server 192.168.25.40 {
keys { rndckey; };
};

zone "." IN {
type hint;
file "data/named.ca";
};

// Kita asumsikan dns server kita adalah mtnnes.net
zone "mtnnes.net" IN {
type master;
file "data/mtnnes.net.zone";
allow-update { none; };
};

// Kita asumsikan bahwa zona reverse kita adalah 25.168.192
zone "25.168.192.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "data/25.168.192.zone";
};
// end of named.conf

catatan untuk scripts/file rndckey akan selalu berbeda setiap server

4. konfigurasi zone forward

# vi /var/named/chroot/var/named/data/mtnnes.net.zone

kemuadian copykan file script berikut, perlu di ingat sesuaikan dengan domain yang akan anda buat


$TTL 38400 ; 10 hours 40 minutes
@ IN SOA ns1.mtnnes.net. admin.mtnnes.net. (
2007020400 ; serial
180 ; refresh (3 minutes)
360 ; retry (6 minutes)
604800 ; expire (1 week)
86400 ; minimum (1 day)
)
NS ns1.mtnnes.net.
A 192.168.25.40
MX 10 mail.mtnnes.net.

ftp IN CNAME ns1
mail IN CNAME ns1
ns1 IN A 192.168.25.40
www IN CNAME ns1

5. konfigurasi zone reverse

# vi /var/named/chroot/var/named/data/25.168.192.zone

$TTL 38400 ; 10 hours 40 minutes
@ IN SOA ns1.mtnnes.net. admin.mtnnes.net. (
2007020404 ; serial
180 ; refresh (3 minutes)
360 ; retry (6 minutes)
604800 ; expire (1 week)
86400 ; minimum (1 day)
)
NS ns1.mtnnes.net.
2 IN PTR mail.mtnnes.net


6. konfigurasi resolving

# vi /etc/resolv.conf
gantikan nameserver dengan ip address dns servernya

nameserver 192.168.25.40

ganti juga settingan berikut

#vi /etc/sysconfig/network -----> ganti hostname = mail
#vi /ec/hosts -----> 192.168.25.40 mail.mtnnes.net mail

7. menambahkan named.ca
file tersebut sangan menentukan dns server, bisa di download

# cd /var/named/chroot/var/named/data
#wget ftp://ftp.rs.internic.net/domain/named.root

8. menjalankan service dns

# service named restart

9. pengecekan server

#nslookup mtnnes.net

kalau hasilnya sebagai berikut maka settingan kita berhasil

Server: 192.168.25.40
Address: 192.168.25.40#53

Name: mtnnes.net
Address: 192.168.25.40

tes ke 2
# dig mtnnes.net

hasilnya sbb :

; <<>> DiG 9.3.6-P1-RedHat-9.3.6-4.P1.el5_4.2 <<>> mtnnes.net
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 63774
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 1

;; QUESTION SECTION:
;mtnnes.net. IN A

;; ANSWER SECTION:
mtnnes.net. 38400 IN A 192.168.25.40

;; AUTHORITY SECTION:
mtnnes.net. 38400 IN NS ns1.mtnnes.net.

;; ADDITIONAL SECTION:
ns1.mtnnes.net. 38400 IN A 192.168.25.40

;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.25.40#53(192.168.25.40)
;; WHEN: Wed Dec 22 01:59:02 2010
;; MSG SIZE rcvd: 78

Jika anda berhasil melawati tahap-tahap tersebut berarti anda telah berhasil membuat dns server, dan selamat menikmati dns server













Senin, 07 Desember 2009

Setting Mikrotik Ap dan Client router

Salam sejahtera para haus ilmu, pada coretan kali ini saya akan membahas tentang Mikrotik yang dijadikan AP dan clientnya sekaligus berfungsi sebagai router di sisi clientnya.

Sebelumnya kita batasi permasalahan agar tidak terlalu jauh dari dasar pembahasan yang akan kita kaji kali ini.
  1. Setting Ap mikrotik sebagai bridge
  2. Setting client mikrotik wireless bridge dan router
  3. Ip public harus bisa di akses dari lokal juga
Ok, Sekarang kita mulai setting Ap

1. Setting bridge














2. Portnya setting bridge














3. Setting wirelessnya















4. Ip address interface bridge1

mungkin settingan untuk wirelessnya cukup sampai disini, intinya adalah woreless tersebut di jadikan bridge dan keduanya sudah terkoneksi. Sekarang kita setting router di sisi clientnya

1. Setting ip wan (dari ISP) dan ip local nya















2. ip firewall














3. setting DNS














Selesai sudah settingan kita kali ini, mungkin masih banyak yang bingung, saya pun sama harus mulai dari mana, tapi minimal kita tau dasarnya.Thank ALL, klik sini aja

Sabtu, 05 Desember 2009

Membuat router dengan Ubuntu 9.10 server

Salam semua para pecinta ilmu, serasa sekian lama gak pernah corat-caret di blog ku mungkin karna kesibukan pasang wireless sana sini, salain itu juga banyak maintenance hingga pusing dan pegal badan ini.

oh iya tak lupa saya ucapkan selamat buat teman ku Andy Fitrian yang telah melangsungkan pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah.aaiiiis ko nglantur kemana2 yah.......

ok,sekarang kita mulai membuat router dari salah satu distro linux yang sudah terkenal apa lagi diingkungan kampus, mungkin coretan ini beda dari yang lain segaja di bikin untuk kemudahan kita dalam setting pada iptable. Anggap saja Ubuntu versi berapa aja terserah penggunasudah terinstall dengan baik dan rapih ,tapi pada coretan kali ini saya menggunakan Ubuntu versi 9.10. kita lanjutkan stepnya:

1. setting ip address

#vi /etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.25.54
netmask 255.255.255.0
network 192.168.25.0
broadcast 192.168.25.255
gateway 192.168.25.21

auto eth1
iface eth1 inet static
address 10.11.1.1
netmask 255.255.255.0
network 10.11.1.0
broadcast 10.11.1.255

ket: eth0 adalah ip dari ISP tempat kita berlangganan internet
eth1 adalah ip local untuk jaringan kita

2. setting DNS
#vi /etc/resolv.conf
nameserver 203.160.56.18
nameserver 203.160.57.11

3.
setelah bisa koneksi internet lakukan update
#apt-get update
#apt-get dist-upgrade

4. memulai setting router,untuk memudahkan setting penulis membuat file-file sebagai tempat setting dan konfigurasinya, next:

a. membuat rc.local
#mkdir /etc/rc.d
#vi /etc/rc.d/rc.local
#chmod +x /etc/rc.d/rc.local

b. membuat directori zuro
#mkdir /usr/local/zuro
#vi /usr/local/zuro/ipnat =====> dapat dicopy disini
#chmod +x /usr/local/zuro/ipnat
#vi /usr/local/zuro/ipfirewall ==> dapat dicopy disini
#chmod +x /usr/ocal/zuro/ipfirewall
#vi /usr/local/zuro/ipfilter ====> dapat dicopy disini
#chmod +x /usr/local/zuro/ipfilter

c.restart konfigurasi router
#vi /etc/rc.d/rc.local terus isi kan perintah ini
/usr/local/zuro/ipnat restart

d. di ipnat pada point

/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.11.1.0/24 ! -d 10.11.1.0/24 -o eth0 -j SNAT --to 192.168.25.54

di isi sesuai ip local dan ip dari ISP

e. lakukan restart konfigurasi
#/etc/rc.d/rc.local

5. install iptraf untuk monitoring trafic dengan ssh
#apt-get iptraf

mungkin coretan kali ini sampai disini saja, InsyaAlloh pada coretan-coretan berikutnya akan membahas proxy router dan monitoring trafic via web, selamat mencoba biala kurang jelas silahkan kirim email ke . Salam sukses buat semua

Selasa, 16 Juni 2009

Cisco Router 1700 Series

Hai gays, lanjut lagi iseng-iseng berhadian, eh ternyata bener berhadiah horeeee...horeeeeee...

Ceritanya gini, kita punya salah satu client yang ada di Jakarta sana sebelumya akses internet aman, jaya , sentosa tanpa kurang satu apa pun kecuali komplain. hehehe, tiba-tiba ada masalah apa? yang apsti gue gak tau dan gak mau tau, akhirnya routing internetnya di putar tau keman juga gak ngeh.
karena itu akhirnya mau gak mau Mr. turun tangan, langsung setting tuh router yang seteleh tau ternyata router Cisco 1700, mana belum pernah setting""""" disana cuma bisa ngliatin aja sambil bengong dan nglamun, habis gak atau sih!
setelah sekian lama setting, semua jaringan bisa internet termasuk remote telnet dari LAN, anehnya dari WAN gak bisa di remote, pusing-pusing akhirnya di tinggal aja tuh router tanpa bisa di remote dari WAN

Bulan kemudian Mr ngganti router cisco ama Linux (SULinux " akan di bahas di kemudian hari") setelah konfigurasi selesai langsung gue gondol aja tuh router. sangking penasarannya langsung aja gue oprek-oprek routernya

begini konfigurasinya
  • seperti biasa Ip WAN 192.168.25.51/24 (ip tester)
  • Ip LAN 192.168.1.1/24
  • Gateway 192.168.25.21
  • DNS 202.152.168.122
simpel emang konfigurasinya tapi klo belum pernah kenal puyeng juga, OK kita mulai setting

1. Koneksi router dengan PC menggungakan cable consol

start>accessories>communications>hyperTerminal
kasih nama terserah>pilih com1>bit 9600,8,none,1,hardware

2. Rubah hostname dan passwordnya

Router>enable
Router# conf t
Router#hostname noc
noc#enable password blalala

3. Setting ip address eth1/0untuk WAN

noc#interface ethernet1/0
noc#ip address 192.168.25.51 255.255.255.0
noc#no shutdown
noc#ip nat outside


4 .setting ip address fasteth0/0 untuk LAN

noc#interface fastethernet0/0
noc#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
noc#no shutdown
noc#ip nat inside

5.Setting gateway

noc#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.25.21

6. Setting dns

noc#ip name-server 202.152.168.122

7. NAT
Syntax dasarnya

noc# ip nat pool netmask
noc#ip nat pool siap 192.168.25.51 192.168.25.51 netmask 255.255.255.0
access-list 99 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
ip nat inside source list 99 pool siap overload

8. Blok virus

noc#access-list 123 deny tcp any any eq 135
access-list 123 deny tcp any any range 137 139
access-list 123 deny tcp any any eq 1080
access-list 123 deny tcp any any eq 6588
access-list 123 deny tcp any any eq 12345
access-list 123 deny tcp any any eq 27374
access-list 123 deny tcp any any eq 31337
access-list 123 deny tcp any any eq 445
access-list 123 deny tcp any any eq 593
access-list 123 deny tcp any any eq 5554
access-list 123 deny tcp any any eq 9996
access-list 123 deny udp any eq 0 any eq 0
access-list 123 deny udp any any eq 445
access-list 123 deny udp any any eq 1434
access-list 123 deny udp any any eq 135
access-list 123 permit ip any any (harus)

9. Agar bisa di telnet

noc#line vty 0 4
noc#password terserah
noc#login (biar langsung login)

10. Simpan configurasi

noc#write
noc#copy running-config startup-confi

11. Melihat configurasi

noc#sh run

Selesai sudah silahkan tester remote dari arah WAN dan LAN
andai perlu di reset begini settingnya

noc#sh ver = klo ada "configuration register is 0x2102" ini registernya

noc#config-register 0x2102
noc#end

noc#write erase
noc#reload pilih no

noc#reload ( seboot router)

Sekian dulu yah gan! moga kita bisa bertemu di Tulisan yang bermakna dan sangat menguras otak, klo ada kritik saran posting aja, gue tunggu