Selamat Berjumpa kembali para bloger semua, selama fakum menulis ahirnya hari ini ada waktu yang tepat untuk membagi ilmu di blogku ini.
Kali ini, saya akan membahas bagaimana mensetting mikrotik sebagai Bandwidth Manager. Berawal dari seorang manager IT yang mengeluh dengan salah satu ISP yang tidak di setting untuk pembagian Bandwidth sehingga setiap ada salah satu client download maka bandwidth akan terkuras habis dan menurut NOC dari ISP tersebut terdeteksi banyak traffic virus.
Namun dari hasil analisis saya pribadi harusnya manager IT tersebut bisa berfikir lebih untuk membuat ide-ide kreatif yang pada ujungnya akan menghasilkan profit tambahan bagi perusahaan yang di pimpinnya.
Terlepas dari Kasus diatas, saya mencoba membalancekan ke tidak harmonisan teman-teman IT dengan menggunakan solusi penambahan mikrotik router sebagai bandwidth manager terhadap traffic-traffic data dari dan ke internet.
Perlu di tekankan lagi bahwa mikrotik di setting hanya sebagai Bandwidth manager saja dan bukan sebagai NAT atau Gateway, adapun untuk configurasinya dapat teman-teman unduh disini
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya, Thank You..Bravo IT Indonesia.